Fadila Mauliza

Get Gifs at CodemySpace.com

Jumat, 19 September 2014

Jatuh Cinta Diam - Diam

Oleh : Fadila Mauliza
Hanya tulisan. It's not real. :)

Aku ga tau kenapa rasa ini bisa hadir.
Mungkin karna seringnya kita berhubungan atau mungkin karna kau terlalu misterius.
Rasa ini terlalu menyiksa batinku.
Aku pun heran kenapa rasa ini bisa hadir.
Kau dan aku tak pernah berkomunikasi secara langsung.
Bahkan untuk tersenyum pun kita saling gengsi.
Kita hanya bercanda tawa melalui tulisan dari media elektronik.
Curi-curi pandang dengan rona mata yang memalu. 
Dan aku makin heran, kenapa aku bisa sebegitu terbangnya kala itu?

Hari-hari yang ku lalui bersamamu bagaikan gelembung basah yang sangat mudah pecah.
Perasaanku sangat mudah terbawa angin.
Kau ajak aku ke selatan, ke barat, balik lagi ke utara, dan kemudian kau bawa aku ke timur.
Aku lelah, kau hanya mengajak ku berputar-putar pada poros yang sama tanpa arah dan tanpa tujuan.
Harusnya tak perlu ku perhatikan kau sedetail itu dulu sehingga tidak perlu ada air mata yang jatuh di pipiku.
Mungkin ini salahku yang terlalu penasaran untuk mengikuti perasaan ini, hingga akhirnya aku seperti ini.

Ya, aku hanya penasaran!
Aku tak mau berlama-lama dan tak mau terlalu berharap.
Karna aku tahu, "kenyataan pasti tidak sesuai dengan harapanku",
Aku tak boleh memaksakan kehendak.

Aku gak berharap kau untuk memiliki rasa yang sama dengan yang aku rasakan.
Karna kalau boleh memilih pun, aku gak mau perasaan ini hadir.
Tapi takdir Tuhan berkata lain, tanpa disengaja dengan sejalannya waktu, aku mulai tertarik kepadamu.
Kau terlalu menguras waktu dan pikiranku!
Aku tak mau berlama-lama berkutat pada poros itu.
Sakit! Terlalu sakit!

Aku hanya seorang wanita yang takut dengan perasaanya sendiri, yang hanya bisa menjadi figura dalam kisahnya sendiri.
Mungkin inilah bentuk kedewasaanku, jalanku, dan caraku, untuk 'mencinta dalam diam.'

Rabu, 20 November 2013

Cerita Pendek (Cerpen)


Bukan Angin Tapi Hujan
 
Karya :
Fadila Mauliza


Sedingin dikala hujan, sederas air yang jatuh, seperti itulah caraku mencintai karya Tuhan. Hujan selalu hadir membawa nikmat, kesejukan, dan kedamaian di dalamnya. Itulah yang membuat aku menyukai hujan. Apapun yang mereka katakan, seolah telingaku telah tertutup suara deras air hujan. Ya! aku tidak perduli!

*          *          *          *

“Hujan ini!”, sahut Karin dalam perjalanan pulang ke rumah.
Aku sangat menikmati setiap tetes hujan yang membasahi tubuhku, hingga aku tidak menyadari bahwa ada sesosok pria yang tidak sengaja menabrakku.
“Maaf. Maaf.”, seraya pergi meninggalkanku.

 
*          *          *          *

Setiap kali aku bermain di tengah-tengah derasnya air hujan, pria yang pagi itu tidak sengaja bertabrakan denganku selalu hadir di setiap kali hujan turun.
Kenan, nama pria itu. Ternyata ia juga sangat menyukai kesejukan air hujan sama sepertiku. Kami selalu menikmati nikmat Tuhan itu bersama-sama.
Tepat di halte tempat kami berteduh, aku merasa ada yang berbeda darinya. Gelisah, seperti ada sesuatu hal yang sedang disembunyikannya.
Akhirnya ia memulai pembicaraan “ Karin, aku tidak pernah merasakan ini sebelumnya. Biasanya aku selalu berdiri sendirian di tengah-tengah jutaan air hujan yang membasahiku. Tapi sekarang aku tidak sendiri, kau selalu menemaniku disetiap hujan turun. Mau kah kau terus menemaniku walaupun hujan tidak turun? Karena bersamamu saja aku sudah merasakan kesejukan sama ketika hujan turun”.
Aku tersontak dan langsung mengiyakan pertanyaannya, “Aku mungkin tidak sesejuk hujan, tapi aku yakin kita bisa mendapatkan lebih dari kesejukan ketika bersama”

*          *          *          *

20 hari lagi tepat 1 tahun Kenan dan aku bersama. Ketika di halte tempat biasa kami berteduh, Kenan mengatakan bahwa hari ini merupakan hari terakhir kami menghabiskan waktu bersama sebelum hari yang ditunggu-tunggu itu dating.
Tiba-tiba Kenan bekata, “Karin, jika suatu hari nanti aku tidak lagi dapat menemanimu menikmati kesejukan air hujan. Aku harap kau mau menjadi pelangi yang hadir setelah hujan’.
Entah apa maksud Kenan mengatakan itu padaku, aku hanya bisa terdiam.

*          *          *          *

Aku sangat bersemangat pagi ini, hari spesial Kenan dan aku setelah lama bersama. Ditambah lagi hujan favorit kami yang hjuga sedang turun.
Betapa terkejutnya aku ketika melihat bendera putih di depan rumah Kenan, dan orang-orang yang sudah memadati rumahnya. Aku segera masuk ke dalam dan mendapati bahwa sesosok pria yang terbujur kaku diselimuti kain putih itu adalah Kenan. Saat itu juga aku tidak bisa membendung kesedihanku.
Tak lama seorang wanita menghampiriku dan memberikanku sepucuk surat, dia adalah Ibu Kenan. Surat itu berisikan :
“Kepada Karin,
Mungkin saat kau membaca surat in, aku telah tiada lagi di dunia. Maafkan aku selama ini telah menyembunyikan sesuatu darimu. Sudah lama aku divonis dokter terkena kanker darah. Dokter mengatakan bahwa hidupku sudah tidak lama lagi.
Aku sangat beruntung dapat dipertemukan denganmu. Seorang wanita yang memiliki kesukaan yang sama denganku. Tahukah kau mengapa aku sangat menyukai hujan? Hanya saat hujanlah aku dapat meneteskan air mataku tanpa diketahui siapapun, aku tidak mungkin menangis di depan orang banyak. Dan aku merasa sakit ku sedikit berkurang saat hujan, walaupun harus ada darah yang selalu keluar dari hidungku saat hujan.
Ingat pesanku, tetaplah menjadi pelangi yang muncul ketika habis hujan! Karena kau merupakan wanita paling berharga yang pernah ku miliki selain Ibu ku sendiri.
Kini aku telah sampai pada titik lelahku. Terimakasih untuk waktu 1 tahun yang telah kita lewati, maafkan semua kesalahan yang pernah ku lakukan padamu.
Happy anniversary 1st year, aku mencintaimu.

Kenan”

            Hujan kali ini turut serta dalam pemakaman Kenan, dan pada hari itu, untuk pertama kalinya aku tidak menyukai turunnya hujan.
            Aku tidak menyangka, karena biasanya yang mempertemukan dan memisahkan sesuatu itu adalah arah angin, tapi kali ini, Kenan dan aku dipertemukan dan dipisahkan oleh hujan. Ya, bukan angin tapi hujan.

SELESAI

Minggu, 06 Oktober 2013

Lagu Untuk Almh. Rizti Amelia

Lagu ini aku persembahkan untuk sahabatku, adikku Rizti Amelia.
Di foto ini, dy memakai jilbab merah muda yg pertama.




Di malam yang sesunyi ini 
Aku sendiri tiada yang menemani 
Akhirnya kini kusadari 
Dia telah pergi tinggalkan diriku

Adakah semua 'kan terulang
Kisah ceritaku yang seperti dulu 
Hanya dirimu yang kusayang dan kukenang di dalam hatiku 
Takkan pernah hilang bayangan dirimu untuk selamanya
 
Mengapa terjadi kepada diriku
Aku tak percaya kau telah tiada 
Haruskah kupergi tinggalkan dunia 
Agar aku dapat berjumpa dengan mu

My Second Family

Namaku Dila,
Aku mempunyai sebuah keluarga yg mungkin tidak dimiliki orang lainnya.
D'Connemax adalah keluarga yang ku maksud.
Bukan keluarga kandung, melainkan orang-orang yang berasal dari keluarga kandung masing-masing.
Dahulunya kami berjumlah 11 orang, yang mencoba menjalani persahabatan sejak kelas 1 SMP.

Selama waktu berjalan, banyak sekali masalah yang menghampiri keluarga ku ini.
Mulai dari usikan oranglain, pujian, bahkan hinaan, hingga ada beberapa orang yang ingin pergi.
Namun benar kata orang, pertemanan yang berjumlah ganjil itu pasti tidak bertahan lama.
Akhirnya ketika kami berpisah pada kelas 1 SMA, perpecahan itu terjadi.
Dan sekarang kami ber10, yang kuharapkan bisa lebih baik dari sebelumnya.

Asal mula nama ini bermula dari candaan ketika kami bersama-sama mengikuti kursus B.Inggris.
Akhirnya kata-kata itu terbawa selama kami menjalani pertemanan.
D'Connecmax sebenarnya berasal dari 2 grup, yaitu:
D'Connect yang terdiri dari Nurmuliani, Evi Rahayu, Christy Mauliaty, Yuliana Tritanti, dan Sri Mahdalena.
D'Klimax terdiri dari Rizti Amelia, Fitri Dina Juniarti, Ruth Deanita, Nur Annisa, Fadhela Mahdafikan, dan aku sendiri Fadila Mauliza.
Selang waktu berjalan, kami memutuskan untuk bersama karena rasa saling nyaman satu sama lain.

Memang kami tidak Sempurna, justru kami berusaha untuk mencapai kesempurnaan itu.
Tak perduli apa kata orang lain yang berusaha untuk memecahbelah kami.
Tetapi apapun yang terjadi, aku harap kami tetap SATU.
Dibawah pohon curhat kami bersatu! :')
10 November 2011

Rabu, 14 November 2012

Lirik Lagu Cakra Khan – Harus Terpisah

Sendiri, sendiri ku diam, diam dan merenung
Merenungkan jalan yang kan membawaku pergi
Pergi tuk menjauh, menjauh darimu
Darimu yang mulai berhenti
Berhenti mencoba, mencoba bertahan
Bertahan untuk terus bersamaku

Ku berlari kau terdiam

Ku menangis kau tersenyum
Ku berduka kau bahagia
Ku pergi kau kembali

Ku coba meraih mimpi
Kau coba 'tuk hentikan mimpi
Memang kita takkan menyatu

Bayangkan.. bayangkan ku hilang, hilang tak kembali
Kembali untuk mempertanyakan lagi cinta
Cintamu yang mungkin, mungkin tak berarti
Berarti untuk ku rindukan

Ku berlari kau terdiam
Ku menangis kau tersenyum
Ku berduka kau bahagia
Ku pergi kau kembali

Ku coba meraih mimpi
Kau coba 'tuk hentikan mimpi
Memang kita takkan menyatu
http://infomusik-board.blogspot.com
Ini harusnya kita coba saling melupakan
Lupakan, lupakan kita pernah saling bersama

Ku berlari kau terdiam
Ku menangis kau tersenyum
Ku berduka kau bahagia
Ku pergi kau kembali

Ku coba meraih mimpi
Kau coba 'tuk hentikan mimpi
Memang kita takkan menyatu


Kamis, 11 Oktober 2012

Prinsip Cinta Gue

Jangan pernah sekalipun bertengkar karena Cowok! (⌣́˛⌣̀)
DAMN Girls! (¬_¬)
Kalo misalnya si Cewek itu bersikeras engga mau ngelepas tuh Cowok, coba belajar Mengikhlaskan. (˘⌣˘)ε˘`)
Yakinkan hatimu, kamu bisa mendapatkan yang lebih darinya.
Dan percaya diri bahwa Cowok tersebut pasti akan mengetahui siapa WANITA TERBAIK untuknya! °\(^▿^)/°
Dan yang terpenting, ingatlah rencana Tuhan Lebih Indah dari yang Kau ayangkan!


#Good Luck!╭(^▽^)╯╭(^▽^)~